23 Mei 2011

What is Leadership ?


Oleh : Ria Felissa

Siapa yang tidak kenal Mahatma Gandhi, seorang tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan India tanpa melalui jalan kekerasan. Atau Muhammad Yunus, orang yang memenangkan Nobel Perdamaian karena keberhasilannya mengentaskan kemiskinan di Bangladesh melalui kredit usaha mikro. Kegigihan kedua orang tersebut sungguh memiliki pengaruh yang luar biasa di lingkungannya yang akan mengubah paradigma kehidupan dan memperbaiki kehidupan banyak orang

Bila ditelusuri, kekuatan pada pemimpin bisnis dan tokoh dunia terletak pada visinya. Agar seorang pemimpin memiliki visi yang kuat, ada beberapa persyaratan yang harus dimilki, yaitu :

Pertama, integritas dan kemampuan intelektual yang tinggi (IQ). Kecerdasan ini diperlukan agar pemimpin dapat membawa pengikutnya ke arah tujuan yang diinginkan. Tanpa kecerdasan ini seseorang akan sulit mengetahui keinginan dirinya sendiri.

Kedua, seorang pemimpin harus memiliki keahlian untuk memproses apa yang dipikirkannya (EQ) dan yang tak kalah penting, dia juga harus bisa memimpin dengan hati nuraninya.

Ketiga, seorang pemimpin harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan berstrategi dengan baik. Yang paling utama adalah ia harus bisa dijadikan panutan bagi orang-orang yang dipimpinnya.

Leadership atau kepemimpinan dapat dimengerti sebagai semua hal yang berhubungan dengan perilaku seorang pemimpin. Pemimpin yang baik akan diikuti dengan sukarela oleh bawahannya, sebab mereka percaya dan menghormatinya.

Pada dasarnya seorang pemimpin harus mengetahui kemampuan, kelebihan dan kekurangan anggotanya. Mengetahui kekuatan dan kelemahan bertujuan supaya nantinya bisa membangun tim terbaik Anda. Rencanakan dengan seksama bagaimana Anda dan tim Anda mampu mencapai tujuan perusahaan.

Konsep leadership atau kepemimpinan akan mudah dimengerti apabila diterapkan dalam kehidupan pribadi. Dengan begitu, kemampuan kepemimpinan akan terasah dengan sendirinya. Pilihlah orang-orang terbaik dan bantulah mereka untuk berkembang, baik melalui pelatihan maupun pengalaman serta berilah dukungan saat mereka memikul beban kerja yang besar.

Manajemen vs Leadership

Manajemen lebih banyak bersandar pada keahlian merencanakan, mengorganisir dan berkomunikasi, sementara Leadership tidak hanya bersandar pada kemampuan manajerial, tetapi juga pada integritas, kejujuran, kerendahan hati, komitmen, kebijaksanaan dan keyakinan. Beberapa orang dilahirkan secara alami dengan sifat-sifat ini. Namun demikian, siapa pun yang ingin menjadi pemimpin, tentu saja harus mengembangkan kemampuan leadership-nya terlebih dahulu.

22 Mei 2011

Sikap Mental Yang Benar Seorang Salesman



Oleh : Rutch Helena

(Vibizmanagement - Sales) - Siapa saja bisa menjadi seorang penjual baik tua maupun muda. Tetapi banyak orang yang enggan untuk menjadi seorang salesman, disebabkan oleh beberapa faktor, satu diantaranya ialah takut ditolak oleh customer. Banyak salesman hanya ingin closing saja, tetapi tidak siap menghadapi penolakan dan penolakan. Rintangan dan halangan akan selalu ditemui dalam setiap penjualan. Bagaimana pribadi masing-masing salesman menyikapinya akan berbeda-beda satu dengan yang lainnya. Anda mesti menyiapkan mental untuk bisa mencapai goal yang Anda ingin capai, sekalipun dihadapan Anda ada batu besar yang menghalangi langkah Anda.

Berikut ini beberapa sikap mental yang benar harus dimiliki oleh seorang salesman supaya berhasil dalam penjualan:

Optimis
Sebelum Anda melakukan penjualan Anda harus optimis dengan diri Anda dan juga dengan barang dan jasa yang akan Anda pasarkan. Anda harus yakin bahwa apa yang Anda akan jual pasti akan menemukan pembeli yang tepat dan pasti akan laku. Anda harus yakin bisa menjual kepada siapapun baik orang biasa ataupun orang yang punya kedudukan sekalipun. Jangan bersikap pesimis, karena akan mematikan motivasi dan langkah Anda untuk menjual.
Ada pepatah mengatakan "If you say you can, yes you are right. And if you say you can't, yes you are right too". Jika anda mengatakan Anda bisa menjual maka anda akan berhasil menjual tapi jika Anda mengatakan Anda tidak bisa menjual maka jadilah seperti yang Anda katakan.

Proaktif

Anda harus menjadi pribadi yang proaktif jangan reaktif, yang artinya Anda bergerak menjual jika ada yang memulai. Jika Anda memiliki ide kemana Anda harus menjual barang atau jasa Anda, langsung Anda bergerak jangan tunggu orang lain karena seorang salesman  harus mandiri dan tidak tergantung pada orang lain.
Banyak tenaga pemasaran yang masih malu ketika dia harus berjualan sendiri dan menunggu orang lain untuk memulainya. Sikap seperti ini tidak boleh dimiliki oleh seoramg salesman. Siapapun yang mau untuk menjadi sesuatu harus siap memulai.

Antusias

Dalam bahasa Yunani "antusiasme" berarti api, yang artinya gairah yang membakar dalam diri kita dan menjadi bahan bakar dalam perjalanan menuju kesuksesan.
Berantusias dalam pekerjaan akan membuat Anda bersemangat dalam menjalani profesi sebagai seorang salesman, dan akan berakibat Anda akan ketagihan untuk melakukan penjualan lagi dan lagi. Lakukan saja pejualan dengan antusias sekalipun banyak yang menganggap rendah pekerjaan ini.

Tidak Cepat Putus Asa
Jadikanlah diri Anda sebagai seorang pemenang sekalipun mengalami penolakan berkali-kali. Mungkin Anda yang ada dalam bisnis Insurance sering mendengar akan pepatah ini: "The winner sees answers for every problem, the looser sees  problems in every answer". Sekalipun belum laku terjual jangan gampang putus asa, yakinkan dalam diri Anda bahwa Anda akan menjadi seorang yang bisa menemukan jawaban dalam setiap penolakan. Bergairah kembali melakukan penjualan sekalipun kelihatannya belum ada tanda-tanda positif dari para calon pembeli. Halangan atau rintangan seberat apapun pasti ada jalan keluar yang akan membuat Anda menjadi seorang pemenang.

Positif Thinking dan Jangan Mengeluh
Ketika mengalami penolakan dari calon pembeli biasanya pikiran negatif akan memainkan peranannya. Dia akan berkata kepada Anda bahwa anda tidak pandai menjual, sulit sekali untuk menjadi seorang salesman sudah habis waktu, tenaga dan pikiran, dan masih banyak pikiran-pikiran negatif lainnya yang berbicara ketika Anda belum berhasil menjual. Tetapi Anda harus membalikan semua pikiran negatif itu menjadi positif. Bahwa Anda akan berhasil menjual, dan apa yang telah Anda korbankan tidak akan pernah sia-sia. Masukan dalam pikiran Anda bahwa barang atau jasa yang Anda jual pasti laku dan mendatangkan keuntungan bagi Anda.

Ulet dan Bekerja Keras
Seorang salesman harus siap menjalankan apapun dalam menjalankan profesinya, siap menguras tenaga dan pikiran agar barang atau jasanya laku terjual di pasaran. Berfikir secara kreatif sekalipun pintu ditutup masih bisa lewat jendela, dan mencari strategi  bagaimana caranya agar bisa lewat jendela. Sekalipun belum berhasil coba dan coba lagi sampai berhasil.

Rendah Hati
Maksudnya adalah siap untuk menjadi seorang salesman yang mau dikritik dan dikoreksi.  Seseorang yang mau maju harus merubah segala sesuatu yang menjadi penghalang didalam pekerjaannya dan berubah ke kondisi-kondisi yang lebih baik.
Selain itu juga siap untuk diajar dan belajar.  Sekalipun Anda telah sukses menjadi seorang salesman yang berhasil Anda tetap harus rendah hati mau belajar karena dunia marketing adalah dunia pembelajaran yang tidak akan pernah berhenti.

15 Mei 2011

Waktu Bertahan Di Tempat Kerja


Oleh : Ita Ratna

Berpindah kerja ke tempat lain itu merupakan hal yang biasa. Tapi, tidak boleh sembarangan, kuasai rambu-rambunya agar tidak tersesat. bagaimana cara yang efektif untuk melamar pekerjaan ke tempat lain sementara Anda masih terdaftar dan terikat di satu perusahaan?

Untuk itu Anda harus mempelajari situasi, kapan waktu yang tepat untuk membuat resume dan menyiasati waktu untuk melakukan interview di sela-sela waktu kerja. Dalam hal ini Anda harus mendapatkan pekerjaan baru tanpa menimbulkan anggapan tidak enak di mata rekan-rekan, terlebih bos Anda.

Jaman sekarang bukan asing lagi, bagi seorang wanita untuk pulang malam dari pekerjaannya. Bahkan hal ini sudah menjadi kebiasaan , untuk seorang  wanita dapat bekerja sampai larut malam.

ISTILAH berangkat pagi-pulang malam sepertinya sudah bukan julukan aneh bagi wanita aktif. Jika ditanyakan kembali, setimpal reward yang didapat dengan apa yang sudah Anda korbankan?

Ya, ada kalanya kita tidak puas dengan penghasilan, maupun jam kerja perusahaan tempat kita bekerja. Sebagian masyarakat sendiri masih beranggapan bahwa dua tahun adalah waktu yang tepat untuk beralih ke pekerjaan baru. Benarkah demikian?

“Jika kita tidak berkontribusi di perusahaan itu, dan rekan kerja lain melihat kita tidak bermanfaat, rasanya setahun di sana pun terkesan lama,”

Kita memerlukan  trik untuk kita menilai diri apa yang harus dilakukan, terutama dengan mempertimbangkan kondisi tempat kita bekerja.

“Di manapun kita bekerja, faktor like and dislike pasti ada. Suasana bekerja itu penting, tapi lebih penting lagi ialah ruang untuk kita berkontribusi agar atasan tidak melulu mencari kesalahan. Saat kita tahu kita bekerja di perusahaan yang menyebalkan, dengan atasan yang menyebalkan juga, buat apa kita masih bertahan?,” tegasnya.

“Keadaan itu bukan salah kita. Sebaliknya adalah salah kita bila masih bertahan. Sekarang, tergantung bagaimana kita memperbaiki keadaan agar lebih baik untuk diri sendiri.