22 Feb 2011

Strategy Kepemimpinan

Oleh : Ria Felissa

Topik mengenai pemimpin memang tiada habis untuk dibicarakan. Sampai pernah muncul jargon di masyarakat: Lebih baik mana, menjadi pemimpin atau pimpinan? Kata atau istilah Pemimpin selalu terdengar karena pasti selalu ada dalam sebuah komunitas, perhimpunan, organisasi, sebuah lembaga ataupun sebuah pergerakan. Warna atau corak kepemimpinan sangat di tentukan oleh kepribadian sang pemimpin karena seorang pemimpin memiliki pengaruh yang luar biasa. Pengaruh di sini bisa dari 2 sisi yang ekstrim, pengaruh positif atau negatif,  membawa dampak keberhasilan atau kehancuran. Dan tidak sedikit gerak gerik atau keputusan pemimpin menimbulkan pro-kotra. Karena itu penting sekali bagaimana seorang pemimpin sebaiknya bersikap.

Orang lain akan menilai bagaimana watak sang pemimpin sewaktu ia memimpin organisasinya, bagaimana kinerja dan karya yang ia hasilkan sebagai seorang pemimpin, apakah ia berhasil memimpin anggota timnya dan seterusnya.
Menurut Daniel Goleman (seorang penulis dengan salah satu buku yang terkenal adalah Emotional Intelegence), seorang pemimpin harus memiliki visi, mampu mendidik, mengedepankan keharmonisan dan kerja sama, di samping itu mampu menghargai pendapat orang lain, mampu memberikan contoh dan tindakan serta tegas dan berani dalam mengambil setiap risiko.

Goleman berpendapat, pemimpin ideal adalah seseorang yang mampu menerapkan semua hal sesuai dengan kebutuhan secara benar dan tepat

Salah satu kekuatan kepemimpinan adalah kemampuan untuk memimpin diri sendiri, sebelum memimpin orang lain.
Bila Anda gagal memimpin diri sendiri, maka Anda tidak akan pernah menjadi pemimpin, tapi mungkin hanya menjadi pejabat dengan kekuasaan dan kekuatan yang tidak akan dicintai pengikut Anda. Memimpin berarti Anda wajib memiliki integritas untuk memberikan contoh dan perbuatan terbaik yang bisa mendatangkan reputasi dan kredibilitas buat diri Anda.

Caranya, perkuat kompetensi dan kualitas kepemimpinan Anda untuk meraih sukses, miliki keyakinan bahwa Anda mampu menciptakan sukses; singkirkan semua kebiasaan buruk yang mungkin menjadi penghambat hubungan baik Anda dengan orang lain dan bertindaklah dengan etika yang menjunjung tinggi kebenaran.
Pemimpin terbaik selalu tahu diri untuk bersikap dengan kekuatan kreatif, strategis, inovatif dalam logika yang diperkuat oleh kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Artinya, pemimpin harus bersikap secara profesional, dan bekerja dengan menghasilkan komunikasi yang berkualitas dengan semua pihak. Seorang pemimpin adalah seorang yang menuntun sesuatu yang ia pimpin untuk mencapai sebuah tujuan yang telah ditetapkan pada awalnya

Dari pengertian-pengertian tersebut, benarkah kita sudah memimpin?
Ini pertanyaan yang seringkali kita sampaikan atau kita dengarkan pada banyak orang yang secara formal memimpin.
Terus terang banyak orang yang merasa dirinya sudah menjadi pemimpin karena merasa sudah dapat menjelaskan semua argumentasinya dalam rapat bersama orang-orang yang dipimpinnya.
Atau ketika sudah memerintah orang lain, kemudian melakukan evaluasi, pengarahan, penghargaan atau sebaliknya disiplin/hukuman.
Memang hal tersebut di atas merupakan bagian dari pekerjaan memimpin.
Akan tetapi fakta penting yang perlu di ingat adalah bahwa kepemimpinan menghasilkan suatu pengaruh, sesuatu yang secara nyata dirasakan manfaatnya oleh orang-orang yang Anda pimpin baik secara materi, atensi, moralitas serta ilmu sebelum dan selama anda memimpin.

Ada beberapa aspek yang merupakan sumber kekuatan bagi seorang pemimpin, di antaranya yaitu :
Perasaan Takut.
Pemimpin mengandalkan diri pada perasaan takut dari orang-orang yang dipimpinnya. Pemimpin seperti ini cenderung otoriter, selalu memaksakan kehendak dan menganggap dirinya yang paling benar. Mereka yang berseberangan langsung dicap menentang kepemimpinannya dan mendapat ancaman atau hukuman.

Keahlian
Kekuatan pemimpin bersumber dari keahlian dan pengetahuannya.
Ia memimpin karena ia memang ahli dan memiliki pengetahuan yang mumpuni serta memiliki semangat untuk selalu melayani dan memperjuangkan kepentingan publik.

Identifikasi
Kekuatan pemimpin berasal dari identifikasi para pengikut dan pendukungnya. Identifikasi itu bisa timbul karena faktor-faktor seperti keturunan, ketampanan, pendidikan, kekayaan dan sebagainya.

Kharisma
Pemimpin yang mempunyai sumber kekuatan dari kemampuan luar biasa dalam menciptakan perubahan-perubahan mendasar terhadap kepercayaan, persepsi, nilai dan tindakan mereka yang dipimpinnya. Pemimpin seperti ini dinilai sebagai agen kunci dari perubahan social (agent of change) yang mentransformasikan masyarakat melalui ucapan dan perbuatannya
Seorang pemimpin sudah seyogyanya menjadi pelayan bagi orang-orang yang dipimpinnya.
Semakin besar dan bagus pelayanan yang diberikan, tentu maka semakin tinggi nilai seorang pemimpin di mata “pengikutnya”.

Ken Blanchard dan Mark Miller dalam bukunya yang berjudul “The Secret – Rahasia Kepemimpinan” menjelaskan konsep SERVE yang terdiri dari :
S – See the future (melihat masa depan)
E – Engage and develop others (melibatkan dan mengembangkan orang lain)
R – Rein vent continuously (perbaikan yang terus-menerus)
V – Value result and relationship (makna dari hasil dan hubungan)
E – Embody the values (mewujudkan nilai-nilai)

S – See the Future (Melihat Masa Depan)
Seseorang dengan stampel pemimpin harus mampu melihat dirinya di masa depan.
Ingin menjadi seperti apa ia 10 tahun, 20 tahun, atau bahkan 50 tahun ke depan. Impian akan masa depan ini akan menuntun perjalanan mereka untuk mencapai tujuan. Pada akhirnya, seorang pemimpin yang ‘melihat masa depan’ akan dengan senang hati bersedia untuk membantu orang lain yang berada di bawah ‘pimpinannya’.

E – Engange and Develop Others (Melibatkan dan Mengembangkan Orang Lain)
Terdapat dua hal dalam proses ‘melibatkan dan mengembangkan orang lain’ yang harus dijalani seorang pemimpin, yaitu :
1. Memilih orang yang tepat untuk tugas yang tepat, itu berarti mempunyai ‘pemain-pemain yang tepat dalam suatu tim.
2. Melakukan yang diperlukan agar orang-orang yang Anda libatkan dapat bekerja dengan effektif

R – Rein vent Continuously (Penemuan Kembali secara Terus-Menerus)
Seorang pemimpin harus selalu bersemangat untuk terus berinovasi. Dia harus pandai menemukan sesuatu baru yang dapat di tingkatkan atau improve. Caranya di mulai dari diri sendiri  seperti bagaimana ia belajar untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, apa yang harus dilakukan agar anggota tim menjadi lebih baik, dll.
Perbaikan kedua adalah dalam sistem dan proses.
Bagaimana cara terbaik untuk melakukan pekerjaan tersebut, perubahan apa saja yang dapat meningkatkan kemampuan melayani dari tim ini, dll.
Hal terakhir agar perbaikan terus berkelanjutan adalah dengan melibatkan struktur organisasi itu sendiri.
Pertanyaan yang baik yang diajukan disini adalah,”Perubahan struktur mana saja yang perlu kita tempuh untuk menjadi lebih efisien dan efektif?”

V – Value Results and Relationship (Makna dari Hasil dan Hubungan)
Sikap yang penuh penghargaan kepada orang lain akan menuntun perilaku kita serta menjamin keberhasilan yang berkelanjutan.
Sering kali kita lupa bahwa hubungan yang baik dengan orang lain, siapapun itu, akan mendatangkan keuntungan.
Keberhasilan hubungan dengan anggota tim akan menentukan keberhasilan sebagai seorang pemimpin maupun pribadi.

E – Embody The Values (Mewujudkan Nilai-Nilai)
Kalau kita kehilangan kredibilitas sebagai seorang pemimpin, potensi kepemimpinan kita akan sangat terbatas.
Perlu di ketahui bahwa kepemimpinan sejati dibangun atas dasar sebuah kepercayaan. Salah satunya adalah dengan cara hidup konsisten dengan nilai-nilai yang kita gaungkan. Jika kita mengatakan bahwa disiplin proses itu penting, maka lakukanlah sesuatu untuk mendukung pernyataan tersebut sehingga orang lain akan percaya bahwa kita bersungguh-sungguh dengan ucapan kita.

Dari uraian di atas, kita melihat bahwa ada banyak cara memimpin dan tipe pemimpin. Ada yang memimpin karena memang dianugerahi jabatan sebagai seorang pemimpin tetapi ada pula yang memimpin dari hati untuk melayani orang-orang yang dipimpinnya. Ternyata, tipe pemimpin yang disebut terakhir ini lebih memberikan pencerahan dan ilham bagi semua orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar