10 Jan 2011

Tips Eksekusi Strategi Secara Efektif


Oleh: Rinella Putri
Kemampuan para pemimpin dalam memformulasikan strategi organisasi tidak perlu diragukan lagi. Strategi-strategi yang brilian sudah disiapkan untuk memenangkan persaingan dalam industri. Namun mengapa strategi gagal pada akhirnya? Jawabannya kebanyakan ada pada implementasi yang tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Strategi yang bagus, harus diikuti dengan implementasi yang bagus pula. Nah, implementasi yang bagus ini yang kerap kali dilupakan oleh para pemimpin. Mereka seringkali hanya mampu membuat rencana, rencana, dan rencana. Sementara untuk implementasi lebih mengandalkan kepada karyawan level bawah. Padahal tidak bisa demikian, supaya implementasi berjalan dengan baik tentu pemimpin harus menguasai implementasi strategi itu sendiri, supaya memastikan bahwa strategi berjalan on the track.

Apa saja tantangan yang dihadapi organisasi dalam eksekusi strategi?

Menurut Lawrence G. Hebriniak dalam bukunya “Making Strategy Work”, terdapat delapan tantangan yang harus dijawab dalam rangka mengeksekusi strategi. Jika kedelapan tantangan ini berhasil dilewati, maka eksekusi strategi dijamin sukses.

1. Guideline
Manager membutuhkan suatu guideline yang jelas supaya dapat mengeksekusi strateginya. Tanpa ada guideline yang jelas, maka orang akan cenderung mengimplementasikan strategi dengan caranya masing-masing, sehingga mengakibatkan tidak adanya koordinasi, bahkan mungkin ada aktivitas yang tumpang tindih. Oleh karena itu, penting sekali bahwa manager mempunyai suatu guideline untuk mengeksekusi strategi.

2. Rencana Strategi yang Bagus
Supaya eksekusi baik, maka fokus awal yang harus diperhatikan adalah bagaimana merencanakan strategi yang bagus. Yang juga penting, strategi yang bagus juga harus disertai dengan kapabilitas orang-orang yang mengimplementasikannya. Perencanaan strategi yang baik mempunyai peran yang besar dalam hal menentukan hasil implementasi strategi tersebut. Jika rencana sudah bagus, dan orang-orang mengimplementasikannya dengan baik, maka strategi akan berbuah kesuksesan.

3. Mengelola Perubahan
Dalam implementasi strategi, seringkali melibatkan perubahan, dimana pendekatan yang digunakan berbeda dengan sebelumnya. Perubahan pada umumnya sering mengalami penolakan oleh orang-orang dalam organisasi. Oleh karena itu, strategi juga harus mencakup bagaimana metode mengelola perubahan dalam organisasi.

Jika perubahan ini tidak dikelola dengan baik, maka eksekusi strategi tidak akan berjalan lancar. Apakah perubahan akan dilakukan secara cepat atau bertahap? Hal ini tentu harus ditentukan berdasarkan level persiapan dari orang-orang organisasi dalam menerima perubahan.

4. Memahami Peran Kekuatan
Untuk dapat menjalankan eksekusi strategi yang sukses, maka organisasi harus memahami kekuatan dan pengaruh dari struktur organisasi. Kekuatan disini bukan hanya dalam konteks posisi seseorang saja, melainkan juga mencerminkan strategi, struktur, maupun keterkaitan antara sumber daya dan alam dan SDM.

Misalnya, struktur organisasi yang punya operasi di seluruh dunia maka biasanya akan cenderung terbagi secara geografis, supaya alokasi sumber daya dan penerapan strategi lebih efektif.

5. Koordinasi dan Sharing Informasi
Koordinasi dan sharing informasi dalam organisasi yang kompleks dan berbasis di banyak lokasi sangatlah penting dalam menentukan eksekusi strategi. Strategi harus dikomunikasikan kepada seluruh jajaran karyawan yang nantinya bakal mengimplementasikan. Tanpa adanya sharing informasi, maka strategi tidak akan diterapkan secara luas, melainkan hanya segelintir karyawan saja.

6. Tanggung Jawab yang Jelas
Setiap orang harus mempunyai tanggung jawab dan peran yang jelas dalam eksekusi strategi. Masing-masing harus mengetahui di bagian mana mereka terlibat dalam strategi tersebut. Tanpa ini, maka orang akan kebingungan mengenai peran mereka, sehingga eksekusi strategi bisa jadi tidak jelas nantinya.

7. Budaya yang Tepat
Untuk dapat mencapai sukses, maka organisasi harus mengadopsi budaya-budaya positif yang tepat, diantaranya budaya achievement, disiplin, serta ownership. Budaya achievement dan disiplin akan memacu karyawan untuk mencapai kinerja yang tinggi, sementara budaya ownership menjadikan karyawan merasa turut memiliki organisasi tersebut.

8. Kepemimpinan
Terakhir, pemimpin harus mampu menjadi orang terdepan dalam mendorong organisasi untuk sukses mengeksekusi strateginya. Pemimpin yang menentukan bagaimana organisasi menjawab tantangan-tantangan yang dihadapinya, sekaligus mengambil keputusan yang dibutuhkan supaya strategi berjalan dengan sukses. Tanpa adanya kepemimpinan yang bagus, maka sulit bagi eksekusi untuk berjalan mulus.

Menurut Bernhard Sumbayak, founder and chairman Vibizconsulting ke 8 hal diatas sudah cukup baik diimplementasikan tetapi ada beberapa tambahan yang perlu dipertimbangkan, diantaranya:

1. Buatlah suasana kekeluargaan dalam menjalankan strategi ini pada level2 direktorat, divisi, bagian atau seksi yang ada. Pastikan adanya pertemuan dari hati kehati kepada semua team pada berbagai level dan bagi team2 yang sudah terlebih dahulu sukses menjalankan strategi tersebut perlu "ditepuk bahunya" seperti seorang ayah yang membanggakan anaknya.

2. Pikirkan untuk memberi reward kepada seluruh anggota team atau pemimpin yang berhasil melakukan strategi yang diinginkan. Penghargaan non materi seperti piagam penghargaan, announcement dalam acara ulang tahun perusahaan, makan bersama dll baik adanya. Tetapi perlu sekali dipikirkan reward dalam bentuk materi misalnya bonus khusus, kenaikan gaji atau insentif tambahan.

3. Pemimpin yang menginginkan strategi itu dieksekusi harus menjadi panutan atau role model. Ini sangat penting sekali apalagi budaya kerja di Indonesia sangat ditentukan oleh budaya panutan. Pada suatu perusahaan saya mendengar mereka sangat on time memulai pelatihan di sentra pelatihannya, karena kepala pelatihannya terkenal on time, tetapi begitu kepala pelatihannya diganti maka budaya on time itupun sirna karena kepala pelatihan yang baru datangnya juga "molor".


Tidak ada komentar:

Posting Komentar